Ibadah Berkah Ditengah Wabah
Nama : Apriliya Tri Murti
NIM : 3201418052
Ibadah Berkah Ditengah Wabah
Mewabahnya
virus dan pandemi covid-19 seakan telah mengubah berbagai aktivitas rutin yang
selayaknya dilakukan sebagai rutinitas harian. Segala bentuk kegiatan mulai
dari pekerjaan, sekolah, hingga ibadah harus dilakukan sesuai dengan berbagai
pertimbangan dan protokol yang telah ditetapkan. Lantas bagaimanakah suasana Ibadah
Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri ditengah pandemi seperti ini?
Berbagai
larangan, himbauan dan kebijakan telah ditetapkan oleh pemerintah ditengah
situasi ini sebagai upaya untuk menekan mudahnya penyebaran virus covid-19. Masjid
dan tempat ibadahpun sepi, masyarakat diminta untuk melakukan ibadah dirumah
masing – masing bahkan saat Ramadhan dan Idul Fitri, suasana Ramadhan dan Idul
Fitri menjadi sangat sepi tak seperti biasanya. Tak ada lagi sholat tarawih
berjamaah dan suara ramai tadarus bersama dimasjid, tak ada lagi riuh anak – anak
majelis ta’lim sore hari, tak ada keramaian warga yang berjalan bersama menuju
lapangan untuk menunaikan sholat ied, tak ada silaturrahmi virtual, tak ada
mudik lebaran. Semuanya tampak sunyi dan sepi.
Semua kegiatan
yang dilakukan dirumah tersebut tentu bukan tanpa makna. Dalam situasi seperti
ini, tentu menjaga keselamatan diri dan orang lain akan lebih baik karena
menjaga keselamatan diri merupakan bagian
terpenting dalam Agama Islam. Dalam surat al – Maidah 32 yang berbunyi :
مِنْ
أَجْلِ ذَٰلِكَ كَتَبْنَا عَلَىٰ بَنِي إِسْرَائِيلَ أَنَّهُ مَنْ قَتَلَ نَفْسًا بِغَيْرِ
نَفْسٍ أَوْ فَسَادٍ فِي الْأَرْضِ فَكَأَنَّمَا قَتَلَ النَّاسَ جَمِيعًا وَمَنْ أَحْيَاهَا
فَكَأَنَّمَا أَحْيَا النَّاسَ جَمِيعًا ۚ وَلَقَدْ جَاءَتْهُمْ رُسُلُنَا بِالْبَيِّنَاتِ
ثُمَّ إِنَّ كَثِيرًا مِنْهُمْ بَعْدَ ذَٰلِكَ فِي الْأَرْضِ لَمُسْرِفُونَ
” Oleh karena itu Kami
tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israil, bahwa: barangsiapa yang membunuh
seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan
karena membuat kerusakan dimuka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh
manusia seluruhnya. Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia,
maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya. Dan
sesungguhnya telah datang kepada mereka rasul-rasul Kami dengan (membawa)
keterangan-keterangan yang jelas, kemudian banyak di antara mereka sesudah itu
sungguh-sungguh melampaui batas dalam berbuat kerusakan dimuka bumi”
Poin penting
dalam ayat tersebut adalah “menyelamatkan satu nyawa sama dengan menyelamatkan
seluruh nyawa manusia”. Dalam konteks pandemi covid-19 ini, menjaga keselamatan
diri dapat diwujudkan dalam bentuk melakukan segala jenis kegiatan ibadah
dirumah untuk mencegah penularan virus
tersebut untuk keselamatan nyawa
kita juga orang lain.
Wabah bukanlah
hal baru yang menjangkit suatu wilayah. Pada era Nabi Muhammad, wabah penyakit
juga pernah menjangkit di Negeri Madinah, Arab Saudi. Pada saat itu, Nabi
Muhammad SAW memperingatkan umatnya untuk tidak berada dekat dengan wilayah
yang terjangkit wabah serta melarang orang yang berada di wilayah tersebut
untuk keluar dari daerahnya, seperti dalam H.R Bukhari berikut :
إِذَا سَمِعْتُمْ بِالطَّاعُونِ
بِأَرْضٍ فَلاَ تَدْخُلُوهَا، وَإِذَا وَقَعَ بِأَرْضٍ وَأَنْتُمْ بِهَا فَلاَ
تَخْرُجُوا مِنْهَا
Artinya: "Jika kamu
mendengar wabah di suatu wilayah, maka janganlah kalian memasukinya. Tapi jika
terjadi wabah di tempat kamu berada, maka jangan tinggalkan tempat itu."
(HR Bukhari).
Banyak
dari kita yang merasa kesal dan marah akibat mewabahnya virus ini karena
aktivitas semakin terbatas. Padahal, suatu wabah dapat menjadi berkah apabila
kita masih terus menjaga ibadah dan iman kepada Allah SWT dengan hati yang
ikhlas dan tabah. Seperti dikutip pada buku Syama’il Rasulullah karya Dr. Ahmad
Mustafa Mutawali :
Aisyah r.a berkata, “Aku
bertanya kepada Rasulullah SAW tentang wabah, lalu beliau mengabarkanku bahwa
wabah adalah siksa Allah yang diutus kepada siapa yang Dia kehendaki, tetapi
Allah menjadikannya sebagai rahmat bagi orang – orang yang beriman. Maka, tidak
seorangpun yang terkena wabah lalu ia menetap di negerinya dengan penuh
kesabaran dan mengharap pahala Allah, dan ia mengetahui bahwa ia tidak tertimpa
oleh sesuatu kecuali apa yang telah Allah gariskan kepadanya, maka bagi orang
itu pahala syahid”.
Artinya, jika selama wabah kita
tetap memperkuat ibadah dan iman, beramal soleh dan gemar bersedekah, maka akan
didatngkan berkah langsung dari sisi Allah SWT.
Daftar Pustaka :
Fadli, Muhammad. 2020. Nabi Muhammad Pernah Bicara Soal Lockdown
Kala Wabah Landa Madinah. https://sukabumiupdate.com/detail/ragam-berita/internasional/66385-Nabi-Muhammad-Pernah-Bicara-soal-Lockdown-Kala-Wabah-Landa-Madinah
Mustafa, Ahmad. 2009. Syama’il Rasulullah. Jakarta : Qisthi
Press.
Nawawi, Imam. 2020. Berkah Ditengah dan Bakda Wabah. https://www.republika.id/posts/5788/berkah-di-tengah-dan-bakda-wabah
Komentar
Posting Komentar